3 Mar 2009

utopis

Negeri Utopis

Adalah sebuah negeri impian yang aku ciptakan untuk diwujudkan dalam angan. Dan jika mungkin dijadikan kenyataan oleh kolaborasi pemimpin yang lahir di era baru awal peradaban.

1
Semua berawal dari warna favorit. Warna biru langit adalah warna favoritku tapi warna ini tak memberiku banyak semangat tapi sudah cukup untuk meneduhkan. Cobalah di hari yang cerah menatap langit yang cerah dengan biru langitnya dan awan-awan putih yang menghiasi setelah airnya dihujamkan ke bumi. Camar-camarnya pun segar menawan menggoda mata yang memandang. Indah sekali bukan.

Jangan jadikan biru langit sebagai warna favorit tunggal karena filosofinya yang lemah. Lihat saja tim-tim sepak bola dunia yang tak kunjung sukses besar karena biru langitnya. S.S Lazio—tim favoritku dan Manchester City. Karena itu jadikanlah warna merah sebaga penyemangat yang kau favoritkan. Sudahlah percaya saja. Percaya karena Manchester United, Liverpool, dan Arsenal berfilosofi merah. Mereka adalah tim sepak bola yang merajai inggris.

Jangan pula kau pilih biru laut. Biru laut itu menunjukkan kedalaman. Filosofinya pun ketenangan yang amat sangat.pertanyaannya adalah mengapa Chelsea yang digelontor uang sebanyak-banyaknya susah sekali menjadi juara Champions. Anda tahu jawabannya. Jadi merahlah yang harus dipilih. Tapi biru laut itu sudahlah cukup menjadi pesaing yang kuat. Kebanyakan dunia perbankan memilih warna biru laut ini.

Warna hijau yang menentramkan hasil pelentingan. Sebuah pulau tandus yang terhujam hujan melenting hijau. Adalah sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Negeri utpis haruslah berwajah hijau. Karena ini adalah simbol untuk fondasi tanah harapan. Tanah yang diperebutkan. Kashmir diperebutkan oleh India dan Pakistan karena hijaunya itu.

Diawali dari warna favorit maka haruslah diakhiri dengan warna favorit kombinasi. Inilah yang menjadi bendera yang dipandang oleh semua rakyat negeri utopis. Merah—biru langit—hijau. Kombinasi yang sempurna antara semangat dan ketentraman jiwa.










Inilah bendera Negeri Utopis di Bumi yang baru. Hijau adalah dasar kehidupan—atau fondasi yang membawahi semangat dan ketentraman.
Tapi dengan bentuk yang kotak itu maka akan nampak itu adalah bendera di negeri-negeri di dunia ini pada umumnya. Padahal negeri utopis adalah negeri yang sempurna. Negeri yang humanis. Negeri untuk pecinta kehidupan yang tak menindas. Negeri untuk kita kelak. Bukan sekarang. Karena sekarang Dewan Keamanan PBB pun tak bisa mengintervensi kebijakan pemimpin suatu negeri untuk melakukan perang terhadap negara lain. Dan bendera yang baru itu haruslah demikian
















Tiga bintang segi delapan dengan warna—merah, biru langit, dan hijau. Kemudian dibingkai dengan simbol hati. Bingkai ini penting untuk menyadarkan rakyat bahwa segala tindakan haruslah sesuai dengan hati yang mereka miliki. Sesuai dengan nurani yang ada. Bukan partai hanura. Tapi negeri utopis.

Segi delapan adalah simbol untuk manusia yang terhormat. Semua rakyat negeri utopis adalah rakyat yang terhormat. Bukan adalam artian banyak kekayaananya. Tapi karena kapasitasnya mengelola tanah secara arif dan bijaksana. Tidak seenaknya mendirikan bangunan. Tidak seenaknya membunuh. Tidak seenaknya mengambil air bersih milik saudara sesama pemilik negeri utopis.

Pengibaran bendera. Haruskah ada pengibaran bendera di negeri utopis. Tidak harus. Hanya pendisiplinan yang tak berguna. Di negeri utopis bendera tak dikibarkan melainkan di hujamkan di dalam jiwa. Di negeri utopis bendera hanya sebuah dan tak perlu setiap rumah atau setiap kantor memilikinya. Satu bendera di pusat pemerintah negeri utopis sudahb cukup. Karena negeri utopis bukanlah negeri yang mempropagandakan sesuatu dengan simbol. Tidak ada propagandan di negeri utopis. Itu saja yang perlu dipahami.

Bendera di negeri utopis tidak dipropagandakan lewat media atau dijadikan lambang-lambang perusahaan multinasional seperti di bumi yang ada. Di negeri utopis bendera diterbangkan bagaikan layang-layang. Hanya ada satu layang-layang di pusat pemerintah. Layang-layang itu berbentuk bendera negeri utopis. Dengan bahan yang ringan dan anti air ataupun anti karat dan ati badai layang-layang ini terus berada di atas sana. Dengan benang anti putus tak perlu ada penggantian benang. Hanya satu tanpa propaganda. Indah sekali negeri utopis. Negeri tanpa propaganda. Karena tidak harus ada maka penerbangan layang-layang negara tak perlu dilakukan. Dan mungkin hanya sekali dua kali dalam setahun. jika terlalu menyusahkan lebih baik negeri utopis tak perlu ada bendera. Negeri utopis adalah negeri impian dan tidak harus punya bendera. Negeri ini sungguh anti dunia. Negeri ini adalah negeri dengan pemimpin era baru. Pemimpin-pemimpin bervisi kedamaiaan anti propaganda. Sejarah menulis simbol-simbol dan bendera menyebabkan perang salib, perang dunia, dan perang-perang lainnya. Negeri utopis tidak memiliki pemimpin-pemimpin sepert hitler.Mata pemimpin di negeri utopis tak ada kelicikan di dalamnya. Semua memandang positif kehidupan yang damai.

2
Sistem pemeritahan dan apapun yang mengatur negeri utopis di bumi yang baru adalah tanpa parlemen. Karena parlemen adalah lintah darat. Hanya memakan uang rakyat dan tak jelas kerjaannya. Negeri utopis tidak membiarkan hal ini terjadi. Negeri tanpa parlemen. Di negeri utopis hanya ada satu raja yang tidak berkuasa. Satu raja untuk memimpin dirinya sendiri. Setiap orang di negeri utopis adalah raja. Negeri utopis kapankah kau ada. Karena itu di negeri utopis masyarakatnya tidak ingin menguasai yang lain. Untuk apa menguasai. Karena itu tak bermanfaat. Hanya ada permusuhan di dalam kekuasaan yang diperebutkan. Ngeri utopis tak mungkin ada perebutan kekutasaan. Negeri utopis tak mungkin ambisius. Negeri utopis negeri tanpa pemimpin. semua bebas mengatur dirinya sendiri. Tanpa ada raja yang memerintah tanpa ada parlemen yang membuat aturan yang tidak bisa diterapkan.

Sampai di sini kita paham bahwa negeri utopis adalah ngeri tanpa bendera-tanpa simbol-tanpa parlemen-tanpa raja.

Kalau begitu siapa pengatur negeri utopis. Tidak ada. Tapi di negeri utopis ada sebuah papan tempat seorang penasihat negeri utopis menyampaikan gagasan untuk keberlangsungan negeri utopis yang damai. Negeri utopis adalah negerinya para penasihat.

Perihal anak muda—anak muda haurlah lebih banyak beraksi bukan malah menjadi penasihat. Penasihat adalah untuk mereka yang pernah muda dan papan-papan itu haruslah orang-orang tua berpengalaman dalam kehidupan negeri utopis. Anak muda adalah pekerja keras. Penjaga kehidupan. Penjaga keberlangsungan berwarnanya negeri. Anak muda haruslah mendengar nasahit mereka yang tua. Mereka yang pantas menulis di papan khusus penasihat di neneri utopis. Alangkah hebatnya anak-anak muda di negeri utopis. Mereka santun nan menawan. Mereka menghormati yang tua. Mereka bersama dengan yang muda lainnya menjaga segala sesuatunya tetap dalam harmoni. Tetap sejuk. Negeri utopis akan selalu sejuk denga tingkah polah anak mudanya. Indah nian negeri utopis itu.

note: gambar2 tak tampak karena langsung aku kopi dari laptop, ndak sempat upload gambarnya

Tidak ada komentar: